
Minuman manis di Indonesia sudah seperti minuman sehari-hari yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Batas konsumsi gula per hari adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Namun, akan jauh lebih baik jika mengonsumsi minuman no sugar.
Salah satu dampak buruknya yaitu meningkatnya angka cuci darah di kalangan usia muda di Indonesia. Selain itu, ada banyak sekali dampak buruk konsumsi minuman manis bagi Kesehatan. Berikut penjelasannya.
- Menimbulkan risiko penyakit jantung. Orang yang sering mengonsumsi minuman tinggi gula berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dalam jangka waktu panjang. Hal ini disebabkan gula berlebih meningkatkan kolesterol jahat yang mengganggu fungsi jantung dan kerusakan pembuluh darah. Pada akhirnya meningkatkan risiko gagal jantung dan serangan jantung.
- Penyebab obesitas pada orang yang mengonsumsi gula adalah kalori berlebih pada gula tidak terbuang dan menjadi lemak tubuh. Selain itu, tidak ada sinyal kenyang pada tubuh sehingga tubuh terus menerus mengonsumsi makanan. Akibatnya, kalori yang masuk akan berlebihan. Pengidap obesitas, rentang terkena penyakit tidak menular lainnya. Gangguan pernapasan juga akan terjadi, hingga menurunnya kualitas hidup yang menjadi salah satu penyebab munculnya kesehatan mental seperti depresi.
- Asam urat. Gula berlebih dapat meningkatkan kadar asam urat, sebab tubuh memproses fruktosa (gula) dan menghasilkan purin, kemudian diubah menjadi asam urat. Jika asam urat tidak segera ditanganin, akan menyebabkan kerusakan sendi permanen, komplikasi ginjal, dan pembentukan tofus. Adapun ciri-ciri asam urat meliputi nyeri mendadak pada sendi, keterbatasan gerak akibat sendi yang sakit, kemerahan, timbul rasa panas, dan pembengkakan pada area yang terkena.
- Penyakit liver. Meningkatnya kadar lemak dalam liver atau hati disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan karena hati memproses gula menjadi lemak, lalu menumpuk di hati dan muncullah penyakit hati berlemak non-alkoholik. Penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kanker hati yang mengancam jiwa. Gejala yang perlu diwaspadai yaitu bengkak pada perut dan kaki, kebingungan dan rasa kantuk, kulit dan mata menguning, mudah memar dan berdarah, tinja berwarna pucat dan urine berwarna keruh kecokelatan.
- Kerusakan pada kulit. Penuaan dini dapat terjadi jika kamu mengonsumsi gula berlebih setiap harinya. Selain itu, juga menyebabkan kulit kusam, peradangan pada jerawat, dan timbulnya gatal-gatal. Sebab, gula dengan protein dalam kulit membentuk senyawa baru yang merusak kolagen dan elastin.
Dibalik rasanya yang enak dan menyegarkan, ternyata minuman gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kamu dapat mencoba minuman no sugar seperti produk ITO EN yang menawarkan berbagai minuman berbasis teh tanpa pemanis yang sehat dan berkualitas tinggi.
Keqinian.com Berbagi Info Kekinian